Close Ads Here
    Iklan-Admin
    Close Ads Here
    Iklan-Admin

Pengukuhan DPD PPAKN Sulteng Resmi Digelar, Komitmen Bangun Hobi Ayam Kontes Tanpa Perjudian


Suratsulteng.my.id, Palu - 
Setelah merampungkan seluruh kelengkapan administrasi organisasi sebagai bentuk legalitas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Dewan Perwakilan Daerah Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (DPD PPAKN) Sulawesi Tengah resmi melaksanakan pengukuhan pengurus sekaligus menggelar event Kontes Ayam Kontes pada 30–31 Mei 2026 di Kota Palu.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peternak dan penghobi ayam dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Pengukuhan pengurus DPD PPAKN Sulteng turut dihadiri Ketua Umum DPP PPAKN, Jefry Nender, S.Kom., Kepala Satuan Binmas Polresta Palu AKP Hariadi, S.Sos., perwakilan Koramil 1306-16/Palu Selatan Lettu Cba Agus Budiman, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, AKP Hariadi mengingatkan pentingnya peran organisasi masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Diharapkan PPAKN dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga Kamtibmas di daerah serta mampu mengarahkan para penghobi ayam ke kegiatan yang positif dan tidak mengarah pada praktik perjudian,” ujar AKP Hariadi.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Max William Baginda, menilai kegiatan tersebut memiliki potensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah apabila dikelola dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, kehadiran peserta dan penghobi dari berbagai daerah dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Event seperti ini berpotensi menghadirkan pengunjung dari luar daerah sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Namun, kami tetap mengimbau agar tidak ada praktik perjudian dalam pelaksanaannya,” kata Max yang menjabat sebagai Kepala Bidang Destinasi.

Ketua Umum DPP PPAKN, Jefry Nender, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, aparat TNI-Polri, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pengukuhan organisasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa kehadiran PPAKN bukan untuk melegalkan perjudian, melainkan sebagai wadah pembinaan para penghobi ayam agar dapat menyalurkan hobinya secara tertib, terorganisir, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Salah satu tujuan utama PPAKN adalah turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah melalui aktivitas yang diminati masyarakat. Kami berkomitmen agar setiap kegiatan yang dilaksanakan bebas dari praktik perjudian,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua DPD PPAKN Sulawesi Tengah, Herman Adnyana Saputra, SH., menjelaskan bahwa organisasinya membawa visi untuk membangun ekosistem hobi ayam kontes yang profesional, legal, bermartabat, serta memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Menurut Herman, PPAKN mengedepankan empat pilar utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan, yakni standardisasi dan sportivitas, kesejahteraan satwa, integritas tanpa perjudian, serta pemberdayaan ekonomi kreatif.

Melalui penerapan regulasi yang ketat dan transparan, PPAKN berupaya menciptakan kompetisi yang menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas. Organisasi tersebut juga menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan satwa dengan menolak segala bentuk penyiksaan maupun eksploitasi hewan yang berlebihan.

Selain itu, PPAKN menyatakan komitmen penuh untuk menutup ruang terhadap segala bentuk praktik perjudian dan taruhan di dalam maupun di sekitar area kegiatan.

Di sektor ekonomi, organisasi ini menilai pembibitan ayam berkualitas memiliki potensi sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang dapat mendorong pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

“Visi kami sangat jelas, yakni menjadikan hobi kontes ketangkasan ayam sebagai bagian dari budaya yang tertib hukum, bermartabat, memberikan manfaat ekonomi, dan diterima secara positif oleh masyarakat tanpa adanya praktik perjudian,” tutup Herman.

0 Komentar

Slider

close
Banner iklan disini