Close Ads Here
    Iklan-Admin
    Close Ads Here
    Iklan-Admin

Motor Mahasiswa Raib di Asrama Parimo, Pemda dan Dinas Pendidikan Disorot Soal Janji CCTV yang Tak Kunjung Direalisasi


Suratsulteng.my.id, Palu -
Seorang mahasiswa bernama Risman, asal Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, mengalami kehilangan sepeda motor di lingkungan Asrama Putra Parimo yang berlokasi di Jalan S. Parman, Kota Palu, pada Jumat (22/5/2026).

Peristiwa tersebut diketahui setelah korban mendapati kendaraan miliknya sudah tidak berada di area parkiran asrama. Hingga saat ini, waktu pasti terjadinya kehilangan belum dapat dipastikan, apakah terjadi pada malam hari ataupun menjelang pagi hari.

Kejadian ini memunculkan sorotan terhadap minimnya sistem keamanan dan pengawasan di lingkungan asrama mahasiswa tersebut. Para penghuni asrama menilai kurangnya fasilitas keamanan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kehilangan kendaraan.

Diketahui sebelumnya, mahasiswa yang tinggal di Asrama Putra Parimo pernah melakukan audiensi bersama Bupati Parigi Moutong guna menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi asrama, termasuk permintaan pemasangan CCTV sebagai bentuk pengawasan aktivitas di lingkungan asrama.

Dalam audiensi tersebut, usulan pemasangan CCTV disebut telah mendapatkan disposisi langsung dari Bupati Parigi Moutong. Namun hingga saat ini, fasilitas CCTV yang dijanjikan belum juga terpasang.

Mahasiswa juga telah melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Dinas Pendidikan selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap tata kelola dan fasilitas asrama. Berdasarkan keterangan yang diterima, pihak dinas menyampaikan bahwa proses pengadaan dan pemasangan CCTV masih sementara berjalan.

Meski demikian, mahasiswa mengaku kecewa lantaran sudah kurang lebih 2 minggu sejak pelaksanaan audiensi, namun belum ada realisasi pemasangan CCTV di lingkungan asrama.

Korban kehilangan, Risman, berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap keamanan mahasiswa yang tinggal di asrama.

“Kami sebelumnya sudah menyampaikan langsung soal keamanan asrama dan meminta pemasangan CCTV supaya ada pengawasan. Tapi sampai sekarang belum terpasang. Setelah kejadian ini, kami berharap pemerintah daerah bisa lebih serius memperhatikan keamanan mahasiswa di asrama,” ujar Risman.

Ia juga mengaku sangat terpukul atas kehilangan motor yang selama ini digunakan untuk menunjang aktivitas kuliah dan kebutuhan sehari-hari.

“Motor itu sangat penting untuk saya. Saya pakai setiap hari untuk kuliah dan aktivitas lainnya. Saya berharap motor tersebut bisa ditemukan dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.

Peristiwa ini turut menimbulkan keresahan di kalangan penghuni asrama lainnya. Mereka berharap agar pihak terkait segera mengambil langkah konkret dalam meningkatkan sistem keamanan, termasuk percepatan pemasangan CCTV dan pengawasan rutin di area asrama mahasiswa.

0 Komentar

Slider

close
Banner iklan disini